Jalan Sehat: Nutrisi
Showing posts with label Nutrisi. Show all posts
Showing posts with label Nutrisi. Show all posts

8 Makanan Kaya Kandungan Air sebagai Pendamping Cairan yang Diperlukan Tubuh

Jalan Sehat - Daftar 8 makanan kaya kandungan air sebagai pendamping cairan yang diperlukan tubuh. Berikut adalah pilihan makanan untuk menjaga kesehatan kulit guna memastikan kulit dapat terhidrasi dengan baik.

8 Makanan Kaya Kandungan Air sebagai Pendamping Cairan yang Diperlukan Tubuh


Dehidrasi adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan kulit kita menjadi kering. Kondisi ini terjadi karena kulit mengandung sekitar 30 persen air, yang berkontribusi pada kekenyalan, elastisitas, dan ketahanannya.

Kulit yang terhidrasi dengan baik dapat membantu kulit tampak sehat.

Nutritionist, Member of the Dietetic Advisory Board and Outer Nutrition Advisory Board, Herbalife Nutrition Aria Novitasari mengatakan ada banyak cara untuk memastikan kulit dapat terhidrasi dengan baik, seperti menggunakan produk perawatan kulit yang tepat untuk jenis kulit dan mengkonsumsi makanan yang mendukung kesehatan kulit.

“Jika kulit terlihat kering, bersisik, atau teriritasi, mungkin sudah waktunya untuk memperhatikan hidrasi dan kebiasaan makan Anda,” kata Aria.

Setiap hari, pastikan minum setidaknya 8 gelas cairan, tentunya meliputi air mineral dan minuman lain seperti teh, susu, dan kopi.
8-makanan-kaya-kandungan-air-sebagai-pendamping-cairan-yang-diperlukan-tubuh
8 makanan kaya kandungan air sebagai pendamping cairan yang diperlukan tubuh
Kesehatan kulit juga akan terjaga jika pola konsumsi makanan didominasi oleh makanan yang kaya akan antioksidan seperti vitamin A, C, dan E.

Pola konsumsi makanan


Ingin tahu harus mulai dari mana? Berikut daftar makanan kaya akan kandungan air yang bisa dicoba sebagai pendamping cairan yang diperlukan tubuh:

1. Semangka


Semangka merupakan buah yang kandungan airnya tinggi (lebih dari 90 persen) dan mengandung mineral dan fitokimia seperti likopen, vitamin C, dan beta karoten – yang semuanya dapat mendukung kesehatan kulit.

Faktanya, dibandingkan dengan tomat, stroberi, atau jambu biji, semangka menawarkan jumlah antioksidan yang baik.

Anda dapat menikmati semangka sepanjang tahun sebagai camilan atau mencampurnya dengan bahan lain untuk smoothie yang lezat dan menyegarkan.

2. Jeruk


Jeruk memiliki berbagai bermacam rasa, seperti manis atau asam, dan juga memiliki tekstur yang unik.

Jeruk sangat baik jika selalu ada di dalam daftar belanjaan, untuk persediaan buah di rumah.

Seperti semangka, mereka mengandung banyak air (80-89 persen) serta vitamin C.

Jeruk bisa dibawa kemana saja dan bahkan dikupas tanpa pisau.

3. Sayuran


Orang tua kita sering menyuruh kita untuk makan sayuran, tapi perlu diketahui bahwa sayuran juga berkontribusi pada kesehatan kulit kita.

Sayuran tertentu memiliki kandungan air yang tinggi, seperti bayam (90-99 persen) serta wortel dan brokoli (80-89 persen).

Cobalah untuk selalu memasukkan sayuran ke dalam makanan sehari-hari Anda.

4. Yogurt


Selain dapat membantu kesehatan pencernaan, yogurt juga berkontribusi pada asupan cairan.

Karena satu porsi yogurt mengandung sekitar 80-89 persen air.

5. Acar


Acar biasanya disajikan sebagai pelengkap makanan dan sebagai penambah rasa.

Tahukah Anda bahwa acar juga berkontribusi pada kandungan air keseluruhan makanan?

Acar mengandung lebih dari 90 persen air.

Volume ini berasal dari proses fermentasi yang sering kali mencakup penambahan bentuk cair dan bumbu lain untuk membantu mempertahankan atau meningkatkan kadar airnya.

6. Salad buah dan sayuran


Memulai kebiasaan baru, seperti menyajikan salad sebagai makanan pembuka sebelum hidangan utama.

Anda bisa mencoba salad buah, salad sayuran, atau kombinasi keduanya.

Selain meningkatkan nafsu makan, salad yang mengandung buah dan sayuran segar juga berkontribusi pada asupan cairan.

Faktanya, selada, yang biasa digunakan dalam salad, mengandung lebih dari 90 persen air.

7. Sup


Sup adalah makanan pembuka lain yang bisa ditambahkan ke makanan.

Semangkuk sup hangat sebelum makan malam dapat membantu meringankan sistem pencernaan, sehingga siap menerima hidangan utama.

8. Smoothie atau Protein Shake


Shake adalah cara yang bagus dan nyaman untuk meningkatkan asupan cairan.

Anda dapat menyesuaikannya dengan selera anda, jika buah favorit Anda tidak ada dalam daftar ini, Anda dapat mencampur bahan sendiri dan bahkan menambahkan bubuk protein.

Banyak buah-buahan yang tidak hanya tinggi kandungan airnya, tetapi juga menyediakan serat.

Jika belum pernah melakukannya, cobalah buah tropis yang eksotis setidaknya sekali.

Durian adalah buah favorit lokal di Asia Tenggara dan menyediakan vitamin C, B dan banyak potasium.

Gaya hidup yang lebih sehat dan lebih aktif


Herbalife Nutrition adalah perusahaan global yang telah mengubah kehidupan masyarakat dengan produk nutrisi dan peluang bisnis yang terbukti bagi distributor independennya sejak tahun 1980.

Perusahaan menawarkan produk berkualitas tinggi yang didukung oleh ilmu pengetahuan, dijual di lebih dari 90 negara oleh distributor sekaligus wirausaha yang juga menyediakan pendampingan pada komunitas serta menginspirasi pelanggan mereka untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dan lebih aktif.

Melalui kampanye global Perusahaan untuk memberantas kelaparan, Herbalife Nutrition juga berkomitmen untuk menghadirkan nutrisi dan pendidikan kepada masyarakat di seluruh dunia.

Dan daftar 8 makanan kaya kandungan air sebagai pendamping cairan yang diperlukan tubuh ini adalah bagian dari komitmen gaya hidup untuk lebih sehat dan lebih aktif.

Cegah Dampak Buruk Akibat Stunting, Orang Tua Miliki Peran Aktif dalam Pemenuhan Gizi Seimbang Sejak Dini

Jalan Sehat - Cegah dampak buruk akibat stunting, orang tua miliki peran aktif dalam pemenuhan gizi seimbang sejak dini. Danone tingkatkan peran guru & orang tua kebiasaan konsumsi gizi seimbang anak melalui Gebyar Isi Piringku PAUD.

Cegah Dampak Buruk Akibat Stunting, Orang Tua Miliki Peran Aktif dalam Pemenuhan Gizi Seimbang Sejak Dini


Sejalan dengan misi perusahaan yang berkomitmen membawa kesehatan melalui makanan dan minuman ke sebanyak mungkin orang, Danone Indonesia terus berupaya untuk mendukung target pemerintah dalam penurunan angka stunting di Indonesia.
cegah-dampak-buruk-akibat-stunting-orang-tua-miliki-peran-aktif-dalam-pemenuhan-gizi-seimbang-sejak-dini
Cegah dampak buruk akibat stunting, orang tua miliki peran aktif dalam pemenuhan gizi seimbang sejak dini
Oleh karena itu, Danone Indonesia menyelenggarakan Gebyar Isi Piringku PAUD 2021 yang bertajuk “Membangun Generasi Sehat Melalui Edukasi Gizi Seimbang Sejak Dini”.

Dalam rangka memperingati momen Hari Ibu, kegiatan yang berlangsung serentak secara luring dan daring di 7 provinsi, yaitu Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Ini bertujuan untuk mengajak ribuan orang tua, khususnya Ibu, dan para guru agar terus meningkatkan peran aktif mereka dalam pemenuhan gizi seimbang sejak dini, sebagai salah satu langkah penting pencegahan stunting.

Dalam mempersiapkan anak-anak Indonesia menjadi generasi emas pada tahun 2045, dibutuhkan perhatian bersama bagi mereka agar bisa mendapatkan tumbuh kembang yang maksimal melalui perhatian pada fondasi penting bagi kesehatan anak yaitu pemenuhan gizi yang baik sejak dini.

Stunting Terjadi Karena Kurangnya Asupan Gizi


Asupan makanan yang tidak sesuai kandungan gizi dapat menyebabkan pertumbuhan kognitif dan fisik anak terganggu.

Seperti halnya permasalahan kesehatan yang masih dihadapi oleh anak-anak Indonesia yaitu stunting yang merupakan masalah gizi kronis yang terjadi karena kurangnya asupan gizi.

Walaupun hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menunjukkan angka stunting turun 3,3 persen menjadi 24,4 persen dibandingkan dari data 2019 mencapai 27,7 persen.

Namun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan angka yang dianjurkan WHO yaitu di bawah 20%.
Ini harus menjadi perhatian kita semua karena stunting akan menentukan masa depan dan masa yang akan datang.
Jika kondisi ini tidak segera ditangani bersama, maka juga akan dapat berdampak buruk bagi negara, hingga dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi negara sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun, atau sekitar Rp 400 triliun rupiah per tahun, dengan asumsi PDB Indonesia tahun 2020 sebesar Rp 15.434 triliun.

Peran Orang Tua, Khususnya Ibu


Upaya edukasi gizi seimbang harus terus ditingkatkan baik di lingkungan sekolah melalui para guru maupun di rumah melalui peran orang tua, khususnya ibu.

Menurut Ir. Djajeng Baskoro, M.Pd., Widya Prada Ahli Utama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdas dan Dikmen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Republik Indonesia, Pedoman Gizi Isi Piringku dapat menjadi salah satu solusi untuk mengedukasi masyarakat terkait aturan porsi dan jenis makanan apa saja yang dibutuhkan si kecil.

“Guru di sekolah sangat berperan untuk mengedukasi tentang gizi seimbang kepada anak-anak peserta didik.
Selain itu, pihak swasta juga dapat berperan penting dalam ikut mengedukasi tentang gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting di Indonesia.
Oleh karenanya, kami sangat menyambut baik segala upaya Danone Indonesia yang memiliki inisiatif positif untuk memberikan edukasi guru dan orang tua tentang gizi seimbang melalui Pedoman Gizi Isi Piringku, sehingga dapat mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih maju,” ujar Djajeng Baskoro.

Peran Guru PAUD/ TK Mengedukasi di Sekolah


Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MSi., Ketua tim penyusun modul Isi Piringku 4-6 tahun dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) – Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, “Mengenalkan anak pada makanan sehat pada usia dini sangatlah penting.

Peran guru PAUD/ TK mengedukasi di sekolah dan orang tua menerapkannya di rumah adalah kunci utama untuk mengenalkan anak pada jenis makanan sehat.

Kami melihat, upaya yang dilakukan Danone Indonesia selama ini senantiasa dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pemerintah, terutama dalam hal kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat, salah satunya adalah melalui Gebyar Isi Piringku PAUD ini maupun program ‘Isi Piringku’.

Buku yang telah dikembangkan bersama oleh IPB dan Danone Indonesia diharapkan dapat menjadi panduan orang tua dan guru PAUD untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak di rumah yang tidak membutuhkan biaya mahal.”

Edukasi tentang Pemenuhan Gizi Seimbang


Mahmud Fauzi, SKM., M.Kes., Koordinator Substansi Pengelolaan Konsumsi Gizi, Dit Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan, “Edukasi tentang pemenuhan gizi seimbang memiliki peran penting dalam upaya pencegahan stunting dan mempersiapkan anak Indonesia agar tumbuh optimal menjadi generasi maju.

Oleh karenanya, pencegahan stunting masih terus menjadi fokus Pemerintah yang tertuang dalam strategi dengan berbagai program untuk menurunkan angka stunting hingga 14% pada tahun 2024.

Namun, tentunya upaya penanggulangan stunting dan percepatan perbaikan gizi tersebut tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan perlu adanya kolaborasi dengan lintas-sektor, salah satunya dengan sektor swasta.

Kemenkes sangat menyambut baik inisiatif pihak swasta dalam upaya mencegah stunting di Indonesia, seperti sosialisasi program kampanye edukasi Isi Piringku.”

Dukung Upaya Turunkan Angka Stunting


Karyanto Wibowo, Direktur Sustainable Development Danone Indonesia mengatakan, “Danone Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam rangka menurunkan angka stunting di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan misi Perusahaan yaitu membawa kesehatan melalui makanan kepada sebanyak mungkin orang.

Selain menyediakan portofolio berbagai produk bergizi yang dibuat khusus untuk membantu menjawab tantangan kebutuhan gizi pada anak, kami juga membangun pengetahuan mendalam tentang budaya makanan lokal, kebiasaan makanan dan tantangan kesehatan masyarakat agar bisa berinovasi dan secara aktif mempromosikan alternatif yang lebih sehat untuk pilihan yang lebih baik.”

Program Isi Piringku


Gebyar Isi Piringku PAUD yang merupakan bagian program Isi Piringku adalah salah satu kontribusi nyata dari Danone Indonesia dalam membantu pemerintah mensosialisasikan panduan ‘Isi Piringku’, menjawab tantangan yang dihadapi Ibu dalam membiasakan konsumsi pangan sesuai gizi seimbang pada anak di rumah, serta mendukung para guru PAUD/TK untuk dapat menjadi penggerak dari kegiatan edukasi gizi di lingkungan sekolah dan juga tempat tinggal mereka.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, para Ibu di rumah tetap bisa memberikan pemenuhan gizi seimbang kepada anak agar tumbuh kembang optimal, terutama di tengah masa pandemi ini,” jelas Karyanto Wibowo.

Danone Indonesia dan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) – IPB telah menyusun buku edukasi “Isi Piringku”, merupakan pedoman edukasi yang dapat digunakan oleh guru-guru PAUD untuk edukasi makan dan minum sekali saji untuk anak usia 4-6 tahun pada tahun 2017.

Adapun porsi Isi Piringku terdiri dari kombinasi 50% buah dan sayur – 1/3 buah dan 2/3 sayur, serta 50% karbohidrat dan protein – dengan pembagian 1/3 lauk dan 2/3 karbohidrat.

Panduan makan sehat tersebut tidak hanya membuat kenyang, tetapi juga memastikan tubuh sehat dan cukup gizi.

Manfaat Program Isi Piringku


Sejak tahun 2018-2021, Danone Indonesia telah berhasil menjangkau 4.976 PAUD, 10.318 guru, 125.849 orang tua dan, 131.144 siswa dengan Program Isi Piringku PAUD, dengan rincian:
  • Tahun 2018-2020: 79.602 orang tua, 6.299 guru dan 74.355 siswa PAUD/TK dari 2.707 PAUD yang berlokasi di 22 Kabupaten/Kota di 8 provinsi.
  • Tahun 2021: 49.979 orang tua, 3.941 guru dan 49.982 siswa dari 2.269 PAUD/TK di 7 Provinsi
Ibu Sutriyani dari KB Aisyiyah, Jawa Tengah, salah seorang guru penerima manfaat program Isi Piringku menyambut baik program edukasi yang diinisiasi oleh Danone Indonesia.

“Setelah mendapatkan edukasi dan pelatihan tentang buku pedoman “Isi Piringku”, kami jadi lebih memahami bahwa konsep isi piringku sangat bermanfaat untuk bisa diterapkan oleh para orang tua di rumah agar bisa memastikan gizi seimbang bagi anak-anak mereka.

Di sekolah, buku pedoman tersebut juga diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran serta memfasilitasi kegiatan pembiasaan makan dan minum yang baik di kalangan siswa PAUD/TK,” ujar Sutriyani.

Gebyar Isi Piringku PAUD merupakan acara penutup dari rangkaian program Isi Piringku di tahun 2021, termasuk
  • Instagram Live Isi Piringku pada 14 Desember 2021,
  • Acara Isi Piringku di Taman Pintar pada 22 Desember 2021, serta
  • Kuliah WhatsApp (Kulwhap) Isi Piringku pada 27 Desember 2021 yang telah diikuti oleh lebih dari 1000 peserta.
“Setiap tahunnya Danone Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan jangkauan jumlah guru PAUD, orang tua dan siswa yang mendapatkan edukasi gizi dan pola asuh.

Kedepannya, kami akan terus berkomitmen dan memaksimalkan kontribusi melalui berbagai inisiatif dan program yang dapat mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting, khususnya dalam hal literasi gizi seimbang, sebagai upaya untuk menghasilkan anak-anak Indonesia sebagai SDM yang unggul dan berkualitas,” tutup Karyanto Wibowo.

Danone merupakan salah satu perusahaan makanan dan minuman terbesar di dunia yang memiliki misi memberikan kesehatan kepada sebanyak mungkin orang.

Danone beroperasi di 130 negara dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang di seluruh dunia.

Di Indonesia, bisnis Danone terdiri atas dua kategori produk yang berfokus pada kesehatan masyarakat di setiap tahapan kehidupan yaitu, Danone Waters yang memproduksi Air Minum dalam Kemasan & Minuman non Karbonasi dengan produknya seperti AQUA, Mizone, VIT, VIT Levite dan Danone Specialized Nutrition dengan produknya seperti SGM Eksplor, SGM Bunda, Lactamil, Bebelac, Nutrilon Royal dan nutrisi medis.

Grup Danone di Indonesia memiliki 23 pabrik dengan jumlah karyawan lebih dari 15.000 orang.

Sebagai langkah cegah dampak buruk akibat stunting, orang tua miliki peran aktif dalam pemenuhan gizi seimbang sejak dini.

8 Mitos Keliru tentang Nutrisi yang Dipercaya Konsumen di Asia Pasifik

Jalan Sehat - 8 mitos keliru tentang nutrisi yang dipercaya konsumen di Asia Pasifik. Kekeliruan informasi di internet ikut menyebabkan 60% konsumen kurang memahami nutrisi. Survei Herbalife Nutrition tepis sejumlah mitos tentang nutrisi yang paling banyak dianggap benar oleh konsumen Asia Pasifik.

8 Mitos Keliru tentang Nutrisi yang Dipercaya Konsumen di Asia Pasifik


Perusahaan nutrisi terkemuka di dunia, Herbalife Nutrition, hari ini merilis sejumlah temuan tambahan dari "Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik 2020" (Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020). Survei ini melibatkan 5.500 responden dari Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam pada Maret 2020.

Dalam kuis pengetahuan umum tentang nutrisi yang turut tercantum dalam survei ini, sebanyak 48 pertanyaan "Salah atau Benar" juga direspons para peserta survei. Sejumlah pertanyaan tersebut mencakup sembilan topik nutrisi—nutrisi umum, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, kafein, menjaga berat badan, serta sarapan. Menurut hasil dari kuis ini, kurang dari seperempat (23%) responden berhasil memperoleh nilai kelulusan (menjawab setengah atau lebih dari total pertanyaan dengan benar).

8-mitos-keliru-tentang-nutrisi-yang-dipercaya-konsumen-di-asia-pasifik
8 Mitos Keliru tentang Nutrisi yang Dipercaya Konsumen di Asia Pasifik

Kuis tersebut juga mengungkap tiga topik utama yang kurang dipahami:
  • Mineral: hanya 28% responden menjawab pertanyaan dalam kategori ini dengan benar
  • Kafein: hanya 33% responden menjawab pertanyaan dalam kategori ini dengan benar
  • Protein: hanya 34% responden menjawab pertanyaan dalam kategori ini dengan benar
Berdasarkan hasil dari kuis ini, Herbalife Nutrition juga memaparkan sederet mitos nutrisi yang paling banyak diyakini konsumen Asia Pasifik. Di antara 10 konsumen, lebih dari enam orang memberikan jawaban yang salah atau berkata bahwa mereka tidak yakin dengan kebenaran pernyataan tentang nutrisi yang ditemuinya.

"Maraknya mitos nutrisi di Internet telah menyebabkan kebingungan dalam skala luas untuk membedakan fakta ketimbang fiksi tentang nutrisi. Sebagian besar konsumen tak hanya meyakini bahwa mengonsumsi karbohidrat saja akan mengakibatkan berat badan bertambah, namun banyak dari konsumen juga percaya bahwa hanya sedikit protein yang perlu dikonsumsi seiring dengan pertambahan usia—kedua hal ini sangat keliru," jelas Stephen Conchie, Senior Vice President & Managing Director, Asia Pasifik, Herbalife Nutrition.

"Demi mengatasi kesenjangan informasi nutrisi, kami telah bermitra dengan para pakar kesehatan dan nutrisi terkemuka guna menyediakan informasi nutrisi secara luas bagi konsumen Asia Pasifik. Kami meyakini upaya kolektif bersama pemerintah, lembaga kesehatan, dan industri nutrisi akan lebih efektif untuk meningkatkan kesadaran konsumen dalam jangka panjang. Kami berharap untuk menjalin kemitraan dengan lebih banyak pihak agar masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat," lanjut Conchie.

Sejumlah Mitos Nutrisi di Asia Pasifik yang Diungkap Survei Tersebut


Mitos #1: Karbohidrat akan menyebabkan berat badan Anda bertambah


Fakta: Karbohidrat saja tak menyebabkan berat badan bertambah; namun, penyebabnya ialah mengonsumsi terlalu banyak kalori. Filosofi Herbalife Nutrition menganjurkan porsi karbohidrat sebesar 40% dari total konsumsi kalori harian. Sumber-sumber karbohidrat yang sehat, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan bahan makanan dengan gandum utuh (wholegrain) juga memberikan sejumlah nutrisi penting, seperti kalsium, zat besi, dan vitamin B.

Mitos #2: Kita hanya perlu mengonsumsi sedikit protein seiring dengan pertambahan usia


Fakta: Mulai dari awal usia 40 tahun, kita bisa kehilangan massa dan fungsi otot secara bertahap atau progresif, biasa disebut dengan sarcopenia. Proses ini bisa diatasi dengan meningkatkan asupan protein dan melakukan latihan angkat beban (resistance training) seiring dengan pertambahan usia.

Mitos #3: Kafein menyebabkan dehidrasi 


Fakta: Kafein mengandung diuretik, namun asupan moderat antara dua hingga tiga gelas kopi setiap hari kecil kemungkinannya menyebabkan dehidrasi. Menurut studi yang dilakukan Institute for Scientific Information on Coffee, kopi bisa mengandung zat hidrat yang sama dengan air.

Mitos #4: Massa tulang maksimum bisa dioptimalkan pada usia berapa pun dengan asupan kalsium yang cukup


Fakta: Massa tulang maksimum kita (ukuran dan kekuatan tulang tertinggi) bergantung pada asupan kalsium, dan mencapai puncaknya pada usia 30 tahun. Meski demikian, konsumsi kalsium yang cukup di sepanjang hidup bisa mengurangi risiko osteoporosis. Suplementasi kalsium bisa melindungi kita dari kekeroposan tulang pada usia yang lebih tua, khususnya pada wanita pascamenopause yang membutuhkan lebih banyak kalsium.

8-mitos-keliru-tentang-nutrisi-yang-dipercaya-konsumen-di-asia-pasifik

Mitos #5: Diet ketogenik ialah cara sehat untuk mengurangi berat badan


Fakta: Sangat rendah karbohidrat, asupan protein yang tergolong sedang, dan sangat tinggi lemak, diet ketogenik memaksa tubuh kita untuk mengandalkan lemak sebagai bahan bakar. Hasilnya, bobot badan akan berkurang. Namun, karbohidrat yang sehat sebetulnya berguna bagi tubuh sebagai pasokan energi, vitamin, dan mineral. Demi mengurangi berat badan secara berkelanjutan, Anda bisa menjalani diet yang seimbang dan rutin berolahraga.

Mitos #6: Diet yang sangat rendah lemak menjadi cara terbaik untuk mengurangi berat badan


Fakta: Menurut sejumlah studi, berat badan hanya sedikit berkurang setelah seseorang menjalani diet rendah lemak pada tahun pertama. Dengan demikian, diet ini menjadi strategi yang paling tidak efektif untuk mengurangi berat badan dalam jangka panjang. Bahkan, tubuh kita memerlukan beberapa lemak agar tetap sehat, sebab lemak ikut membangun membran sel dan hormon, serta membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K.

Mitos #7: Indeks Glikemik ialah perangkat baik untuk memilih sumber karbohidrat yang paling sehat


Fakta: Indeks Glikemik mengukur seberapa besar pengaruh karbohidrat dalam makanan untuk meningkatkan kadar gula, namun tak semata-mata bisa digunakan dalam memilih diet yang sehat. Asupan karbohidrat Anda dan jenis makanan yang dikonsumsi juga perlu dipertimbangkan secara keseluruhan.

Mitos #8: Bubuk protein bukan sumber protein yang sehat jika dibandingkan protein yang berasal dari makanan natural


Fakta: Bubuk protein bisa menjadi sumber protein yang baik, serupa dengan makanan natural jika berasal dari sumber-sumber bermutu tinggi. Misalnya, protein kedelai dari kacang kedelai merupakan protein lengkap, dan menyediakan sembilan asam amino penting untuk kebutuhan nutrisi tubuh kita.

8-mitos-keliru-tentang-nutrisi-yang-dipercaya-konsumen-di-asia-pasifik

Herbalife Nutrition adalah perusahaan global yang telah mengubah kehidupan masyarakat dengan produk nutrisi yang hebat dan peluang bisnis yang telah terbukti bagi distributor independen sejak 1980. Perusahaan menawarkan produk berkualitas tinggi yang didukung ilmu pengetahuan, dijual di lebih dari 90 negara oleh distributor independen yang terlatih kewirausahaannya, dalam menyediakan pelatihan individu dan komunitas pendukung yang menginspirasi pelanggan mereka untuk merangkul gaya hidup yang lebih sehat dan lebih aktif. Melalui kampanye global perusahaan untuk memberantas kelaparan, Herbalife Nutrition juga berkomitmen untuk membawa nutrisi dan pendidikan kepada masyarakat di seluruh dunia. 

8 mitos keliru tentang nutrisi yang dipercaya konsumen di Asia Pasifik.

Media Sosial Jadi Sumber Informasi Favorit Tentang Nutrisi Bagi Konsumen Asia Pasifik, Namun Tak Mudah Menemukan Informasi Yang Akurat

Jalan Sehat, Nutrisi - Media sosial jadi sumber informasi favorit tentang nutrisi bagi konsumen Asia Pasifik, namun tak mudah menemukan informasi yang akurat.

Kurang dari seperempat konsumen Asia Pasifik berhasil lulus dari kuis pengetahuan umum tentang nutrisi, sementara, hanya empat dari 10 konsumen yang merasa percaya diri dengan pengetahuan nutrisi yang dimilikinya.

Media Sosial Jadi Sumber Informasi Favorit Tentang Nutrisi Bagi Konsumen Asia Pasifik, Namun Tak Mudah Menemukan Informasi Yang Akurat


Perusahaan nutrisi terkemuka di dunia, Herbalife Nutrition, hari ini merilis sejumlah temuan dari "Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik 2020" (Asia Pacific Nutrition Myths Survey 2020).

Menurut survei ini, media sosial menjadi sumber informasi tentang nutrisi yang paling banyak digunakan konsumen Asia Pasifik.
media-sosial-jadi-sumber-informasi-favorit-tentang-nutrisi-bagi-konsumen-asia-pasifik-namun-tak-mudah-menemukan-informasi-yang-akurat
Media Sosial Jadi Sumber Informasi Favorit Tentang Nutrisi Bagi Konsumen Asia Pasifik, Namun Tak Mudah Menemukan Informasi Yang Akurat
Hampir tujuh dari 10 konsumen (68%) memanfaatkan media sosial setiap bulan untuk mencari informasi tentang nutrisi.

Namun, banyaknya misinformasi dan mitos tentang nutrisi di internet menjadi hambatan utama bagi konsumen untuk memperoleh informasi yang akurat.

Herbalife Nutrition ingin memahami tingkat pengetahuan nutrisi yang dikuasai konsumen Asia Pasifik, dan mengungkap beberapa mitos tentang nutrisi yang banyak dipercayai konsumen.

Untuk itu, Herbalife Nutrition mengadakan "Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik 2020" dengan melibatkan 5.500 responden di sejumlah negara, termasuk Australia, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, serta Vietnam pada Maret 2020.

Dalam kuis pengetahuan umum tentang nutrisi yang turut dicantumkan dalam survei tersebut, kurang dari seperempat (23%) responden yang berhasil menjawab setengah atau lebih pertanyaan dengan benar.

Hal ini tak hanya mencerminkan rendahnya pengetahuan nutrisi di kalangan konsumen Asia Pasifik. Namun, survei tersebut juga mengungkapkan, kurang dari empat di antara 10 konsumen (38%) yang merasa percaya diri dengan pengetahuan nutrisi yang dikuasainya.

"Di tengah maraknya sumber informasi tentang nutrisi dan banyaknya mitos tentang nutrisi, konsumen semakin menemui tantangan besar untuk memperoleh informasi yang akurat, serta membedakan fakta nutrisi dari fiksi. Rendahnya skor yang diraih konsumen dalam kuis pengetahuan umum tersebut menekankan pentingnya informasi yang akurat dari sumber tepercaya," jelas Stephen Conchie, Senior Vice President & Managing Director, Asia Pasifik, Herbalife Nutrition.

"Lewat sejumlah temuan dari survei ini, kami ingin mengungkapkan beberapa kesenjangan informasi tentang nutrisi dan mengatasinya demi membantu konsumen dengan pengetahuan nutrisi yang dibutuhkan sehingga mereka bisa mewujudkan kondisi kesehatan yang diinginkannya."

Media Sosial: Sumber Informasi tentang Nutrisi yang Paling Banyak Digunakan, Namun Paling Tidak Tepercaya


Saat konsumen ditanyai tentang beberapa sumber untuk mencari informasi tentang nutrisi:

  • 68% berkata bahwa mereka memanfaatkan media sosial;
  • 64% mengandalkan teman dan keluarga, serta
  • 59% memanfaatkan media penerbitan dan situs web setidaknya satu kali dalam sebulan
media-sosial-jadi-sumber-informasi-favorit-tentang-nutrisi-bagi-konsumen-asia-pasifik-namun-tak-mudah-menemukan-informasi-yang-akurat
Apakah Konsumen Asia Pasifik Memahami Bahwa Nutrisi Mereka Fakta atau Fiksi?
Meski media sosial tampil sebagai kanal yang paling sering digunakan, namun tingkat kepercayaan konsumen paling rendah terhadap keandalan media tersebut dalam menyajikan informasi yang akurat.

  • Hanya tiga dari 10 konsumen (30%) yang sangat mempercayai akurasi informasi yang diperoleh dari media sosial;
  • Namun, lebih dari tujuh di antara 10 konsumen (72%) sangat meyakini akurasi informasi yang diperoleh dari tenaga kesehatan, serta
  • Lebih dari setengah konsumen (54%) memiliki tingkat kepercayaan yang besar terhadap akurasi informasi dari perusahaan nutrisi.
Dalam hal manfaat dari sumber informasi nutrisi, kurang dari setengah konsumen (48%) berkata bahwa informasi dari media sosial sangat atau benar-benar berguna.

Sebaliknya, konsumen menilai informasi nutrisi dari tenaga kesehatan (74%), perusahaan nutrisi (60%), serta media penerbitan dan situs web (53%) lebih bermanfaat.

Misinformasi dan Mitos di Internet: Hambatan Utama untuk Memperoleh Pengetahuan tentang Nutrisi yang Akurat


Lebih dari tujuh di antara 10 konsumen Asia Pasifik (72%) merasa sangat atau betul-betul memerlukan pengetahuan tentang nutrisi.

Meski demikian, hanya tiga dari 10 konsumen (27%) yang merasa memahami nutrisi dengan baik. Sejumlah hambatan utama termasuk:

  • Banyaknya misinformasi dan mitos tentang nutrisi di internet (40%);
  • Terbatasnya informasi nutrisi dari situs web pemerintah dan instansi kesehatan (16%); dan
  • Terbatasnya informasi nutrisi dari tenaga kesehatan (16%).

Mengatasi Kesenjangan Informasi di Asia Pasifik


Sebagai sumber informasi tentang nutrisi yang paling terpercaya, tenaga kesehatan dan perusahaan nutrisi perlu berbuat lebih banyak untuk membantu konsumen dengan menyajikan informasi serta perangkat yang diperlukan demi mewujudkan seluruh manfaat dari nutrisi yang baik.

media-sosial-jadi-sumber-informasi-favorit-tentang-nutrisi-bagi-konsumen-asia-pasifik-namun-tak-mudah-menemukan-informasi-yang-akurat---
Sejumlah temuan penting dari Survei tentang Mitos Nutrisi di Asia Pasifik
Dari survei tersebut, mayoritas konsumen Asia Pasifik (65%) sangat tertarik dengan nasihat mengenai nutrisi dari tenaga kesehatan demi meningkatkan kebugarannya.

Sementara, lebih dari empat di antara lima konsumen (83%) ingin menerima nasihat tentang nutrisi secara lebih proaktif dari tenaga kesehatan dan perusahaan nutrisi.

Dengan demikian, upaya kolektif dari pemerintah, lembaga kesehatan, dan industri nutrisi akan lebih efektif ketika mengedukasi konsumen tentang dasar-dasar dan manfaat dari nutrisi yang baik sehingga konsumen mampu menjalani hidup sehat.

Herbalife Nutrition adalah perusahaan nutrisi global yang ingin membuat dunia lebih sehat dan bahagia. Perusahaan telah menjalankan misi untuk nutrisi – mengubah kehidupan orang dengan berbagai produk dan program nutrisi yang baik – sejak 1980.

Bersama para member independen Herbalife Nutrition, kami bertekad menghadirkan solusi terhadap nutrisi dan obesitas, penduduk yang menua, lonjakan biaya perawatan kesehatan publik serta maraknya wirausahawan pada seluruh usia di seluruh dunia.

Herbalife Nutrition menawarkan berbagai produk bermutu tinggi dan didukung sains. Banyak produk Herbalife Nutrition dibuat di berbagai fasilitas yang dikelola Perusahaan, sesi pelatihan individual dengan member independen Herbalife Nutrition serta pendekatan komunitas yang mendukung dan menginspirasi konsumen agar menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dan aktif. 

Produk-produk nutrisi Herbalife Nutrition, pengelolaan berat badan, energi dan kebugaran serta produk perawatan tubuh lainnya, tersedia secara ekslusif bagi dan melalui member independen di lebih dari 90 negara.

Melalui program tanggung jawab sosial perusahaannya, Herbalife Nutrition mendukung Herbalife Nutrition Foundation (HNF) dan Casa Herbalife guna membantu menyediakan nutrisi yang baik kepada anak-anak yang membutuhkan.

Herbalife Nutrition juga bangga mensponsori lebih dari 190 atlet, tim dan kegiatan olahraga kelas dunia, termasuk Cristiano Ronaldo, LA Galaxy dan berbagai tim Olimpiade.

Herbalife Nutrition memiliki 8.300 lebih pegawai di seluruh dunia, dan sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek New York (NYSE: HLF) dengan pendapatan bersih sekitar US$4,4 miliar pada 2017.

Media sosial jadi sumber informasi favorit tentang nutrisi bagi konsumen Asia Pasifik, namun tak mudah menemukan informasi yang akurat.

Ad Placement

Ad Placement

Artikel

Info Kesehatan

COVID-19